hati adalah pancaran dirimu yang sesungguhnya, dan benar bila ada sebuah ayat yang mengatakan jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karna dari situlah terpancar kehidupan, jika hatimu jahat, maka jahatlah kehidupanmu, jika hatimu baik, maka baiklah kehidupanmu, dan jika hatimu saat ini hancur, maka......aku ga bisa melanjutkan kata-kata itu, karna saat ini aku berada dalam posisi keretakan hati, aku mengalami yang disebut pasang surutnya perasaanku sendiri, sebentar aku jatuh dan tidak lama kemudian aku mencoba untuk bangkit kembali, sulit untuk menerima pernyataan bahwa sebenarnya memang kenyataan itu sangatlah pahit, dan menyadari bahwa selama ini aku hanyalah berjalan dalam sebuah khayalan yang didalamnya terdapat harapan, namun ketika aku tersentak dalam kenyataan yang menyadarkanku bahwa jalan yang telah ku ambil adalah sebuah kesalahan yang besar dan bisa dibilang sangat fatal, hatiku hancur, dan sekarang seakan aku ga bisa merasakan apa-apa lagi, aku ga bisa membedakan mana itu cinta, mana itu amarah, mana itu kerinduan, mana itu hasrat, semua perasaan seperti bercampur menjadi satu, dan aku ga bisa mengontrol itu semua, aku hanya merasakan kekosongan saat ini, aku ga bisa rasain apapun, semuanya hancur, berantakan, dan aku hanya bisa membiarkan itu tanpa mencoba menatanya kembali, karna yang kutau aku terlalu lemah untuk menjadikannya kembali baru, aku ga sanggup melakukan perkara itu, yang ada saat ini hanya Bapaku, yang menjadi tempat pertolonganku, tempat aku berharap, dan SANG PEMULIH hati ini, yang aku butuhkan hanya Dia, bukan orang lain, dan juga bukan diriku sendiri, pemulihan itu proses, dan mungkin proses itu menyakitkan, karna hati ini seperti bejana, dan untuk itu aku harus siap ditempa oleh SANG PEMBUATKU, meleweti tahap demi tahap yang sulit, tapi aku percaya pada akhirnya Ia akan buat bejana hati ini menjadi bejana yang baru dan sangat teramat indah. aku serahkan hatiku dan hidupku sepenuhnya kepadaMu Bapa..
ini aku, pulihkan hatiku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar