Selasa, 13 Juli 2010

pelukan sang ayah

mungkin bagi kebanyakan orang judul ini sangatlah amat terbiasa dilakukan oleh seorang ayah terhadap anaknya..tapi yang jelas tidak berarti sama bagi dia..seorang anak yang terbiasa ditinggal oleh ayahnya, yang mungkin bisa juga dibilang, tidak seperti anak-anak lain yang selalu mendapat kasih dari orang tuanya, mendapat pelukan hangat ktika ayahnya pulang, mendapat ciuman ketika ia akan pergi ke skolah ataupun ketempat yang akan ia tuju, mendapat sebuah pertanyaan yg sering kali dianggap membosankan bagi kebanyakan anak, "nak, kamu sudah makan, bagaimana hari ini, gimana sekolahmu, apa semua lancar2 saja?" kata2 itu jarang sekali terdengar olehnya dari bibir ayahnya. baginya itu sangatlah menyedihkan..tapi dia adalah orang yg sangat pandai menyembunyikan semua kepdeihannya itu dari setiap raut ceria yang ia nyatakan dihadapan orang-orang disekitarnya, namun apa yang terjadi hari ini adalah sebuah momen yang mungkin ga akan pernah bisa terlupakan sampai kapanpun olehnya, hari dimana sebuah impian dan doanya menjadi kenyataan yg benar2 membuatnya sangat bersyukur, hari yang berbeda dengan hari-hari lainnya ketika ayahnya datang, sebuah senyuman terpancar dari raut wajah ayahnya ketika melihatnya, dan beberapa detik yang berharga ketika ayahnya datang dan langsung memeluknya, "akhirnya bapak pulang juga..", matanya memerah dan seketika itu juga ia langsung berpaling dari hadapan ayahnya, menuju dapur dan cepat2 mengusap air mata yang hampir saja menetes itu, ya itu karna dia adalah orang yg sangat jaim untuk mengungkapkan perasaannya dihadapan ayahnya, yang ayahnya tau ia adaalh seorang anak yang tegar, sangat amat tegar..

mereka makan bersama, dan beruntungnya anak itu yang disuruh untuk memimpin doa, didalam doa itu dia ungkapakan semua perasaanya dan syukurnya kepada Bapa yang memeberikan anugrah itu, yang ia ingat, 7 bulan lalu disaat ulang tahunnya itu terakhir ia makan malam bersama ayahnya, anak itu tidak banyak bicara saat itu, karna keluarganya adalah tipical keluarga yg tidak banyak bicara pula, waktu berlalu dan saat ia tertunduk berdoa, mengunci kamar, dan meneteskan air mata, ia berkata kepada Bapanya yg disurga.."Bapa, trimakasih untuk Engkau yang udah kumpulkan keluargaku kembali..aku boleh memeluk ayahku setelah sekian lama ga pernah aku merasakan dekapan sang ayah..tapi kalo aku boleh minta 1 hal, yg sudah sngat lama aku nantikan, tolong kabulkan hal itu Bapa..aku mohon..trimakasih...."
suatu kali disebuah gereja, ya seperti biasa setiap minggu ia datang ke gereja hanya seorang diri..tapi itu ga menjadi sebuah masalah untuknya, ada sebuah hal yg menjadi satu harapan terbesarnya ketika suatu kali ia datang di gereja itu, ketika itu altar call dan seperti biasa pula ia maju dan bvermohon dihadapan Bapa..tepat disampingnya ada seorang ayah yg menggandeng anaknya, dan sambil memluk anaknya, mereka didoakan oleh sang pendeta, seketika itu jg meneteslah air matanya, dalam pikirnya ia berharap seandainya anak itu adalah dirinya, seandainya ayah anak itu adalah ayhnya, lalu ayahnya menumpangkan tangannya atas anaknya, dan mendoakannya..sampai ia kembali ketempat duduknya, ia tetap melihat apa yang dilakukan keluarga dari anak itu, tersenyum smbil merenungkan keluarganya, itulah yang ia lakukan, ia hanya menatap keluarga itu dengan penuh harapan itu bs terjadi atasnya..dan lebih luar biasanya lagi, anak itupun menumpangkan tangan atas orangtuanya dan mendoakan mereka..dalam hati ia berkata.."aku ingin keluargaku suatu saat bisa seperti itu Bapa.." itulah yang menjadi harapan terbesar dalam hidupnya samapai saat ini yang sudah sangat lama ia nantikan..tapi 1 hal yang ia percaya, Bapanya yg disurga pasti punya rencana indah untuk keluarganya

dan dihari ini ada hal yang terindah yang patut untuk anak itu sangat syukuri, hadiah terbaik yg Tuhan beri baginya ialah pelukan sang ayah, setelah 17 tahun berlalu..anak itu bernama desty rama rumondang :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar